Live42day’s Weblog

April 24, 2008

tribute 2 my father

Diarsipkan di bawah: guys — live42day @ 5:41 pm

Heueheu…21 April yah? Met hari Kartini buat semua wanita Indonesia…

Di hari dimana kaum wanita merayakan euphoria kesetaraan gendernya ini, izinkanlah saiah menulis satu post tentang ayah saiah, loh?! Semacem tribute to my luphly father gituh lah ^^ Emang siy ngga nyambung ama prolognya, tapi…egen I say it’s my blog anyway?! Kuma saiah weh atuh, mau nulis apaan ajah!!!

Tadi malem saiah baru aja diskusi via telepon sama ayah. Mulai dari masalah fiqih, pendidikan ampe masalah politik, semua diobrolin ampe tuntas. Waktu 2 jam kayanya ngga kerasa lewat gitu aja. Amaze aja ngedenger ayah bisa jawab semua pertanyaan yang saiah ajukan. He knows almost everything, itulah yang saiah suka dari ayah. Pemikirannya, pengetahuannya, analisisnya excellent deh!

Paginya saiah jadi kepikiran ayah, selama ini saiah udah sering mendiskriminasikannya. Saiah ngga ngasih kado apa-apa waktu ayah ulang tahun, padahal waktu ultahnya mama saiah nyempet-nyempetin nabung buat beli buku (yang akhirnya dibacanya juga sama ayah cz mama terlalu sibuk buat baca buku itu). Karena yang saiah tau cuma hari ibu, jadi saiah ngga pernah ngasih kado atau puisi extra sama ayah tiap tahunnya. Pernah suatu ketika, pas mama ama ayah mau berangkat haji, kebetulan hari keberangkatannya bertepatan sama peringatan hari ibu, jadi saiah sengaja beliin beauty case buat mama cz saiah tau mama pasti butuh banget buat disana. Belakangan saiah tau kalo ayah jealous dan pengen dibeliin barang yang sama… padahal Cuma beauty case aja loh?! Kenapa siy ngga saiah beli 2 aja, ngarah teu sisirikan?!

Well, penyesalan emang selalu dateng terlambat kan? Jadi pada post kali ini allow me to say…

Yah…maaf kalo selama ini ica kayanya ignorant sama ayah

Kalo selama ini ica suka ngebantah kata-kata ayah, marah sama ayah, dll

I don’t mean it…

Sampai kapanpun ayah bakalan tetep jadi ayah terbaik buat ica

Ayah yang selalu punya jawaban buat semua pertanyaan ica

Ayah yang selalu punya solusi buat semua masalah ica

Ayah yang selalu punya jokes yang bisa bikin ica ketawa

Mungkin apa yang ica lakuin belum ada artinya apa-apa buat ayah

Ica belum cukup bikin ayah bangga

Tapi yang pasti ica bakalan ngusahain yang terbaik buat ayah

Ica sayang ayah…

April 20, 2008

musuh dalam selimut

Diarsipkan di bawah: propaganda — live42day @ 3:11 pm

 

Sebuah obrolan kecil dengan teman kost tentang perbedaan sexual preferences pada gay dan lesbian telah membuat saiah menulis post kali ini. heu…actually temanya aga berat siy, dan bukan kapasitas saiah buat ngomongin ini. but, hey…it’s my blog anyway!? I’m just trying to express how I feel here! Masalah kamu setuju ato ngga, that’s none of my business ^^ just read the post!

 

Sebenernya what happen siy dengan kaum homosexual ituh? Is that something wrong with being a gay or a lesbian? Are there possibilities that will make them “healed”?

 

Itulah kita-kira pertanyaan yang selama ini berputar dalam kepala saiah. Selama kurang lebih 5 tahun saiah mulai mengenal orang dengan sexual preferences disorder kaya gini, tapi hingga saat ini belum ada penjelasan scientific yang bisa menjawabnya. Semuanya cuma balik lagi ke pendapat pribadi masing-masing. Ada yang setuju, tapi ngga sedikit juga yang menentang, selebihnya adalah orang-orang yang justru ngga peduli. Well, I’m trying to explain this complicated case from some aspect of life.

Saiah pribadi termasuk orang yang moderat buat menghadapi masalah ini. jujur saiah pernah punya anggota keluarga yang punya masalah yang sama, dan dari dialah saiah mulai memahami apa yang terjadi sebenarnya. Actually apa siy yang ngubah sexual preferences seseorang? Jawabannya bisa karena masalah biologis, psikis atau gabungan keduanya.

Biological disorder biasanya bukanlah suatu kasus yang sering terjadi. Gejala pada umumnya ialah hormonal imbalance. As you know aja kalo dalam tubuh kita itu terdapat kedua hormone pria dan wanita (testosterone dan progesterone), ngga peduli kita terlahir sebagai seorang pria atau wanita. Hanya saja yang terjadi kemudian produksi hormone testosterone akan meningkat (lebih dominant) pada pria dibandingkan pada wanita seiring dengan proses pertumbuhan, begitu pula sebaliknya. Kemudian apa yang terjadi jika keselarasan hormone tersebut terganggu? Tentunya akan muncul wanita dengan hormone testosterone yang lebih dominant, juga pria dengan hormone progesterone yang lebih dominant. Kamu pasti tau apa yang bakalan terekspresikan kemudian pada orang dengan hormonal imbalance ini kan?

Penyebab kedua ialah masalah pikologis, inilah yang lebih umum terjadi. Rata-rata orang dengan sexual preferences disorder yang saiah temui punya trauma dengan psikisnya. Entah dia pernah punya masalah dengan lawan jenis, pernah mengalami sexual abuse, atau masalah lainnya. Akhirnya penyimpangan sexualah yang menjadi “pelarian” orang-orang dengan trauma psikis seperti ini. Penyebab kedua ini juga dipengaruhi olah banyak hal seperti keluarga, lingkungan, teman, dll.

Yang menarik dari kasus penyimpangan seksual ini ialah walaupun mereka mengetahui bahwa ada yang “salah” dengan dirinya, tapi mereka justru ngga mau ngubah itu. Berbeda dengan kelompok transgender yang jelas-jelas ingin mengganti genitalnya, kaum gay atau lesbian justru tetap settle dengan statusnya dan ngga mencoba untuk mengubahnya. Jadi itinya ngga ada yang salah dengan seorang gay ataupun lesbian mereka juga manusia normal, hanya sexual preferencesnya aja yang berbeda. Yang seharusnya heterogen menjadi homogen, yang seharusnya suka lawan jenis menjadi suka sesama jenis. Apa sih yang kamu rasakan waktu kamu naksir cowo ato cewe yang kamu suka? Ada perasaan seneng, malu, deg-degan dll kan? Seperti halnya kita yang lagi jatuh cinta sama lawan jenis, mereka juga merasakan hal yang sama, hanya objeknya saja yang berbeda. So, jangan pernah menganggap kalo sexual preferences semacam itu dianggap sebagai sesuatu yang aneh, karena pada dasarnya rasa cinta adalah fitrah yang dimilki semua manusia, begitu juga dengan mereka.

Terlepas dari pendapat makhluk mortal semacam saiah diatas, ajaran agama, khususnya Islam, tentunya juga punya sikap dalam menghadapi masalah ini. Fenomena kaum gay dan lesbian ini sebenarnya sudah pernah tercatat dalam sejarah. Kamu mungkin pernah mendengar cerita mengenai kaum Sodom yang akhirnya dilaknat Allah karena banyak melakukan penyimpangan seksual kan? Begitu murkanya Allah hingga diturunkanNya laknat kepada kaum yang membangkang itu. Rasulullahpun memberlakukan larangan yang sama tegasnya. Dalam satu hadist dikatakan bahwa “Rasulullah melaknat wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita”. Islam memberikan aturan yang jelas mengenai konsep homosexuality ini tentunya bukan tanpa alasan yang kuat. Seperti yang kita ketahui banyak infeksi menular sexual yang mewabah diantara pelaku homoseksual ini. sebagai upaya pencegahan, Islam sudah memberikan petunjuk aobut what to do and not to do kan?!

See…kita sudah mengkaji masalah ini dari beberapa sudut pandang. Ada yang mensahkan tapi aja juga yang menentangnya, ada yang suka ataupun yang ngga. Well, beda kepala beda juga pemahamannya kan? Ngga ada yang salah ataupun yang benar disini. Semua orang bisa memegang teguh pendapatnya masing-masing, asalkan bisa mempertahankan argumennya. Being a heterosexual atau homosexual tetaplah suatu pilihan. Masalah apa yang terjadi kemudian hanyalah konsekuensi dari sebuah pilihan.

Hmmm…balik lagi ke kasus. Kalo saiah boleh bilang homosexuality masih merupakan sexual preferences disorder. So, is it possible to make them healed? Jawabannya iya, cz prinsip saiah ngga ada penyakit yang ngga ada obatnya. kalaupun belum ada berarti akal manusia aja yang belum mampu untuk memecahkannya. Jujur, saiah belum pernah denger kalo ada kasus homosexuality yang bisa sembuh 100%, kalaupun ada yang berniat untuk sembuh pasti ada fase eksaserbasi lagi (kambuhan). Kata orang siy, perlu ada pendekatan yang komprehensif dari orang-orang terdekatnya dan tentunya keinginan besar untuk sembuh dari dirinya sendiri, yeahh…semacam rehabilitasi gitu lah. Tapi saiah juga belum tahu apakah metode ini efektif atau tidak? Jadi anggaplah hal ini menjadi pertanyaan buat kita semua. Allah sedang menguji kita dengan permasalahan ini. pertanyaannya apakah kita tergerak untuk menjawab semua pertanyaan ini?

April 16, 2008

DANA BLBI: KEBIJAKAN NEGARA YANG BERUJUNG PADA KERUGIAN RAKYAT

Diarsipkan di bawah: propaganda — live42day @ 7:17 pm

Hakhak…akhirnya ujian perio selesai sudah! Btw dah lama yah saiah ngga nulis blog lagih, lagi ngga mood nulis niy…ngga ada ide!

Berhubung sekarang lagi anget-angetnya aktivis kampus pada aksi turun ke jalan memperjuangkan kepentingan rakyat, gimana kalo dalam post saiah kali ini juga diusung tema yang sama? Actually bukan tulisan saiah siy, lebih tepatnya lagi saiah tulis ulang artikel anak pusgerak BEM UI hehehe! cz saiah pikir kamu juga perlu tau tentang issue yang lagi inn sekarang ini, semoga bermanfaat ^^

DANA BLBI: KEBIJAKAN NEGARA YANG BERUJUNG PADA KERUGIAN RAKYAT

Pada pertengahan tahun 1997, perekonomian Indonesia mengalami guncangan hebat. Saat itu, nilai rupiah terhadap dolar AS mengalami penurunan yang cukup tajam. Kemudian BI melepas kendali atas naik turunnya nilai rupiah dan menyerahkannya kepada mekanisme pasar. Akibatnya pergerakan rupiah menjadi tidak terkendali.. sejak itu, kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan dan perbankan Indonesia semakin merosot sehingga banyak nasabah yang mengambil uang dalam jumlah banyak secara mendadak di perbankan. Hal ini berimbas kepada kondisi perbankan Indonesia. Demi mengatasi keadaan tersebut, BI mengucurkan bantual likuiditas kepada 48 bank. Tujuan dari pengucuran dana tersebut ialah untuk menjaga kestabilan sistem pembayaran agar penerimaan dan pembayaran dana pada bank-bank berlangsung seimbang.

BI mengucurkan bantuan likuiditas sebanyak 144,4 triliun. Pada tahun 1999 jumlahnya bertambah hingga Rp 158,9 triliun. Dana ini tenunya diambil dari APBN saat itu, yang mana dana tersebut berasal dari masyarakat karena salah satu sumber pemasukkan terbesar APBN berasal dari pajak yang disetorkan masyarakat kepada Negara. Dengan kata lain, masyarakatpun ikut menanggung permasalahan perbankan pada saat itu.

Atas perintah DPR, BPK melakukan audit investigasi terhadap penyaluran dana BLBI oleh BI serta penggunaan dana oleh 48 bank tersebut. Hasil dari audit itu mengungkap berbagai dugaan penyimpangan dalam penyaluran dan penggunaan BLBI. Terhadap dugaan penyimpangan dalam penyaluran dan penggunaan BLBI diketahui bahwa dari total dana yang dikucurkan sebesar Rp. 144,5 triliun, hanya Rp. 6,1 triliun saja yang benar-benar disalurkan oleh BI kepada bank. Sehingga timbul potensi kerugian Negara sebesar Rp. 138,4 triliun. Selain dugaan penyimpangan diatas, audit BPK juga menemukan dugaan penyimpangan yang lain, diataranya ialah pelanggaran batas maksimum pemberian kredit (BMPK), penggelembungan nilai asset olah para obligor BLBI (48 bank yang diberika dana BLBI) dan pemberian fasilitas oleh BI yang mengizinkan perbankan untuk tetap mengikuti proses kliring walaupun rekening gironya di BI bersaldo negative.

Hingga saat ini, obligor BLBI belum juga dapat mengembalikan 100% dana pinjaman. Bahkan kondisi bank-bank tersebut tidak kunjung membaik. Namun, pemerintah tetap enggan untuk melikuidasinya, pemerintah justru kembali menyuntikkan dana sebesar Rp. 400 triliun sehingga total dana yang dikucurkan ialah Rp. 650 triliun. Terlalu berlebihan rasanya jika uang sebanyak itu harus dikeluarkan Negara kepada para pemilik bank yang kemudian diklaim pemerintah sebagai “ongkos krisis”.

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Negara sangatlah dirugikan. Tindakan-tindakan pemerintah tersebut mungkin sering kali luput dari perhatian kita, bahkan mungkin terkesan tidak penting untuk diketahui karena bersifat “elitis”. Padahal, sebenarnya kasus ini sangatlah terkait dengan kesejahteraan rakyat. Dana ratusan triliun yang seharusnya dapat dialokasikan untuk sektor-sektor lain yang lebih membutuhkan, seperti kesehatan, pendidikan, dan peningkatan produksi pangan justru disalahgunakan oleh pihak-pihak yang sangat tidak bertanggung jawab. Rakyat bahkan harus menanggung kerugian akibat penyalahgunaan tersebut.

Penghentian pengusutan semua kasus BLBI oleh Kejaksaan Agung baru-baru ini adalah cerminan betapa tidak adanya itikad baik dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ini. Sudah 10 tahun kasus ini bergulir secara berlarut-larut, namun penyelesaiannya sungguh diluar harapan masyarakat. Sebuah tindakan yang terlihat “tidak penting” atau tidak menarik bagi kita ternyata dapat merampas hak adik-adik kita untuk sekolah, merampas hak-hak saudara-saudara kita untuk mendapatkan layanan kesehatan, mengurangi jatah subsidi, dan hak-hak yang seharusnya dipenuhi oleh Negara demi kemakmuran rakyat. Dana BLBI hakikatnya adalah uang rakyat, penyelewengan terhadapnya adalah penyelewengan terhadap rakyat!!!

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.