Live42day’s Weblog

April 20, 2008

musuh dalam selimut

Diarsipkan di bawah: propaganda — live42day @ 3:11 pm

 

Sebuah obrolan kecil dengan teman kost tentang perbedaan sexual preferences pada gay dan lesbian telah membuat saiah menulis post kali ini. heu…actually temanya aga berat siy, dan bukan kapasitas saiah buat ngomongin ini. but, hey…it’s my blog anyway!? I’m just trying to express how I feel here! Masalah kamu setuju ato ngga, that’s none of my business ^^ just read the post!

 

Sebenernya what happen siy dengan kaum homosexual ituh? Is that something wrong with being a gay or a lesbian? Are there possibilities that will make them “healed”?

 

Itulah kita-kira pertanyaan yang selama ini berputar dalam kepala saiah. Selama kurang lebih 5 tahun saiah mulai mengenal orang dengan sexual preferences disorder kaya gini, tapi hingga saat ini belum ada penjelasan scientific yang bisa menjawabnya. Semuanya cuma balik lagi ke pendapat pribadi masing-masing. Ada yang setuju, tapi ngga sedikit juga yang menentang, selebihnya adalah orang-orang yang justru ngga peduli. Well, I’m trying to explain this complicated case from some aspect of life.

Saiah pribadi termasuk orang yang moderat buat menghadapi masalah ini. jujur saiah pernah punya anggota keluarga yang punya masalah yang sama, dan dari dialah saiah mulai memahami apa yang terjadi sebenarnya. Actually apa siy yang ngubah sexual preferences seseorang? Jawabannya bisa karena masalah biologis, psikis atau gabungan keduanya.

Biological disorder biasanya bukanlah suatu kasus yang sering terjadi. Gejala pada umumnya ialah hormonal imbalance. As you know aja kalo dalam tubuh kita itu terdapat kedua hormone pria dan wanita (testosterone dan progesterone), ngga peduli kita terlahir sebagai seorang pria atau wanita. Hanya saja yang terjadi kemudian produksi hormone testosterone akan meningkat (lebih dominant) pada pria dibandingkan pada wanita seiring dengan proses pertumbuhan, begitu pula sebaliknya. Kemudian apa yang terjadi jika keselarasan hormone tersebut terganggu? Tentunya akan muncul wanita dengan hormone testosterone yang lebih dominant, juga pria dengan hormone progesterone yang lebih dominant. Kamu pasti tau apa yang bakalan terekspresikan kemudian pada orang dengan hormonal imbalance ini kan?

Penyebab kedua ialah masalah pikologis, inilah yang lebih umum terjadi. Rata-rata orang dengan sexual preferences disorder yang saiah temui punya trauma dengan psikisnya. Entah dia pernah punya masalah dengan lawan jenis, pernah mengalami sexual abuse, atau masalah lainnya. Akhirnya penyimpangan sexualah yang menjadi “pelarian” orang-orang dengan trauma psikis seperti ini. Penyebab kedua ini juga dipengaruhi olah banyak hal seperti keluarga, lingkungan, teman, dll.

Yang menarik dari kasus penyimpangan seksual ini ialah walaupun mereka mengetahui bahwa ada yang “salah” dengan dirinya, tapi mereka justru ngga mau ngubah itu. Berbeda dengan kelompok transgender yang jelas-jelas ingin mengganti genitalnya, kaum gay atau lesbian justru tetap settle dengan statusnya dan ngga mencoba untuk mengubahnya. Jadi itinya ngga ada yang salah dengan seorang gay ataupun lesbian mereka juga manusia normal, hanya sexual preferencesnya aja yang berbeda. Yang seharusnya heterogen menjadi homogen, yang seharusnya suka lawan jenis menjadi suka sesama jenis. Apa sih yang kamu rasakan waktu kamu naksir cowo ato cewe yang kamu suka? Ada perasaan seneng, malu, deg-degan dll kan? Seperti halnya kita yang lagi jatuh cinta sama lawan jenis, mereka juga merasakan hal yang sama, hanya objeknya saja yang berbeda. So, jangan pernah menganggap kalo sexual preferences semacam itu dianggap sebagai sesuatu yang aneh, karena pada dasarnya rasa cinta adalah fitrah yang dimilki semua manusia, begitu juga dengan mereka.

Terlepas dari pendapat makhluk mortal semacam saiah diatas, ajaran agama, khususnya Islam, tentunya juga punya sikap dalam menghadapi masalah ini. Fenomena kaum gay dan lesbian ini sebenarnya sudah pernah tercatat dalam sejarah. Kamu mungkin pernah mendengar cerita mengenai kaum Sodom yang akhirnya dilaknat Allah karena banyak melakukan penyimpangan seksual kan? Begitu murkanya Allah hingga diturunkanNya laknat kepada kaum yang membangkang itu. Rasulullahpun memberlakukan larangan yang sama tegasnya. Dalam satu hadist dikatakan bahwa “Rasulullah melaknat wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita”. Islam memberikan aturan yang jelas mengenai konsep homosexuality ini tentunya bukan tanpa alasan yang kuat. Seperti yang kita ketahui banyak infeksi menular sexual yang mewabah diantara pelaku homoseksual ini. sebagai upaya pencegahan, Islam sudah memberikan petunjuk aobut what to do and not to do kan?!

See…kita sudah mengkaji masalah ini dari beberapa sudut pandang. Ada yang mensahkan tapi aja juga yang menentangnya, ada yang suka ataupun yang ngga. Well, beda kepala beda juga pemahamannya kan? Ngga ada yang salah ataupun yang benar disini. Semua orang bisa memegang teguh pendapatnya masing-masing, asalkan bisa mempertahankan argumennya. Being a heterosexual atau homosexual tetaplah suatu pilihan. Masalah apa yang terjadi kemudian hanyalah konsekuensi dari sebuah pilihan.

Hmmm…balik lagi ke kasus. Kalo saiah boleh bilang homosexuality masih merupakan sexual preferences disorder. So, is it possible to make them healed? Jawabannya iya, cz prinsip saiah ngga ada penyakit yang ngga ada obatnya. kalaupun belum ada berarti akal manusia aja yang belum mampu untuk memecahkannya. Jujur, saiah belum pernah denger kalo ada kasus homosexuality yang bisa sembuh 100%, kalaupun ada yang berniat untuk sembuh pasti ada fase eksaserbasi lagi (kambuhan). Kata orang siy, perlu ada pendekatan yang komprehensif dari orang-orang terdekatnya dan tentunya keinginan besar untuk sembuh dari dirinya sendiri, yeahh…semacam rehabilitasi gitu lah. Tapi saiah juga belum tahu apakah metode ini efektif atau tidak? Jadi anggaplah hal ini menjadi pertanyaan buat kita semua. Allah sedang menguji kita dengan permasalahan ini. pertanyaannya apakah kita tergerak untuk menjawab semua pertanyaan ini?

No Comments Yet »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.