Live42day’s Weblog

Juli 21, 2008

my John Doe

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — live42day @ 10:29 am

he’s still my John Doe…

still strange, unreadable, unpredictable…

will i find a day when i figure out who he really is,

or i’ll just reach my own threshold,

feel exhausted,

and he’ll just always be my John Doe?

Juli 18, 2008

don’t ask me why i love my loneliness

Diarsipkan di bawah: propaganda — live42day @ 10:02 am

          Sebelumnya saiah mau minta izin bu daki dulu, karena saiah dah make sotot di fsnyah sebagai judul post saiah kali ini.
          Loneliness…siapa sih orang yang suka being lonely? Saiah berani jamin ngga bakalan ada orang yang mau ngerasa kesepian di dunia ini. Begitu juga saiah…tapi ko judul postnya kaya gitu? Fenomena ini saiah namakan exclusion from d theory.
          Perlu saiah jelaskan dulu kalo lonely disini bukanlah dalam konteks yang luas, tetapi hanya mengacu pada ketidakhadiran pasangan (ngomong weh jomblo!). yeahhh…ringkasnya saiah ngga suka kalo orang nanya kenapa saiah sampai sekarang masih berstatus jomblo.
          Bagi orang yang sering berwondering ria tentang status saiah ini, perlu saiah tekankan kalo JOMBLO BUKAN BERARTI SAIAH NGGA PERNAH SUKA SAMA LAWAN JENIS! Abis…emosi jiwa saiah waktu ada orang yang nanya “cha, kamu belum pernah suka sama laki-laki?”. Situ kira saiah selama ini suka sama kambing apa?


          Sebagai orang normal saiah punya rasa itu, hmmm…ketertarikan pada lawan jenis. Satu momen saat ada seseorang yang bisa jadi penyemangat dalam menghadapi hari-hari, saat dimana jantung bisa berdetak tiga kali lebih cepat kalo lagi deket dia, saat dimana perut terasa mulas kalo inget dia, saat dimana mata selalu tertuju padanya, dan satu yang paling penting ialah saat dimana nafsu makan bisa dibendung karena pikiran hanya tersita untuknya (hehehe biasanya kalo lagi jatuh cinta berat badan drastis turun…). SAIAH PERNAH MERASAKANNYA!
          Lantas kenapa ada exclusion dari teori fitrah-manusia-yang-ngga-mau-ngerasa-kesepian? Pengecualian ini didasarkan pada ketentuan agama yang melarang seorang laki-laki dan perempuan melakukan khalwat (berdua-duaan tanpa ada muhrimnya). Saiah kemudian dihadapkan pada suatu dilema (huuhh…jijay banget  ^^). Di satu sisi saiah harus menjalani aturan agama, tapi di sisi lain saiah juga punya fitrah ketertarikan terhadap lawan jenis. Lalu bagaimana saiah harus bersikap?
          Dulu saiah pernah punya teori gini…ok saiah bisa terima larangan berkhalwat ato yang sekarang sering terjadi pada fenomena orang yang berpacaran, intinya saiah juga ngga setuju sama konsep pacaran. Tapi gimana cerita kalo tiba-tiba saiah terlanjur suka sama seseorang? Jawabanya gampang, ungkapin aja, tanpa ada kesepakatan menjalin hubungan. Tapi setelah saiah kaji lagi, ko itu jadinya mirip sama konsep HTSan, atau hubungan tanpa status. Emang ngga make istilah pacaran, tapi pada dasarnya sama aja kaya pacaran…iya ngga?
          Nah…sekarang saiah punya teori baru yang didasari teori exclusion itu. Sekarang saiah ngga setuju dengan konsep pacaran ataupun HTSan. Lalu gimana kalo tiba-tiba fitrah saiah muncul, saiah suka sama seseorang? Jawabannya menjadi sangat simple, terbagi jadi dua menurut keadaannya:

    kalo kita sudah berada pada fase siap menikah

Kalo udah menginjak fase ini, kita siap lahir dan batin, ya udah ungkapin aja. Caranya bisa macem-macem, sesuai dengan kebutuhan dan selera hehe ^^. Urusan diterima ato ngga itu diluar kemampuan kita. Hanya Allah dan dia yang tau…

    kalo kita masih pada fase belum siap menikah

Nahhh…ini yang aga berat, karena kita belum siap, jadi dengan berat hati kita harus tahan dulu. Keep it by yourself! Tunggu sampai kita bener-bener siap, baru boleh diungkapin, dengan segala konsekuensi tentunya…
          Pasti kemudian ada pertanyaan muncul, “gimana kalo orang yang kita sukai itu ngga mau nunggu sampai kita siap?” ato “gimana kalo orang yang kita suka keburu diambil ama orang lain?”
Honey…itulah yang namanya R-E-S-I-K-O, setiap tindakan yang kita ambil pasti ada resikonya. Even ketika kamu milih untuk pacaran atau HTSan pun tetep ada resikonya, resiko kalo ternyata orang yang kita sukai itu ternyata ngga sesuai harapan, resiko kalau hubungannya harus berakhir, sampai yang paling fatal, resiko dosa karena udah melanggar ketentuan agama. Beda dengan teori saiah yang paling-paling resikonya Cuma gigit jari doang. Coba pikir mana yang lebih menguntungkan?
          Kalo saiah pribadi, saat ini masih berada dalam fase belum siap menikah. Masih banyak ‘utang’ saiah sama ortu, terutama ‘utang’ gelar sarjana. Masih ada tiga smester menunggu depan mata. Jadi masih satu setengah tahun lagi saiah harus keep this little secret. Rasanya berat siy…tapi seseorang pernah bilang gini “jika kabur bagimu suatu perkara, maka perhatikanlah salah satu dari keduanya yang paling terasa berat bagi nafsu, lalu ikuti dia. Tidak ada sesuatu yang terasa berat bagi nafsu kecuali sesuatu itu benar”. Dan saiah percaya i’m on d right path. So, from now on, please don’t ask me why I love my loneliness…

Blog pada WordPress.com.